Terusik ku dalam setiap tapak perjalan malamku oleh selarik nama dalam anganku. Memanggil ku dalam denting peta ingatanku. Terpaut sebuah wajah berbinar ku melihamu. Ingin ku berkata namun takut ku terbata. Menyanjungmu, memujimu, dan menyapamu. Begitu damai teringat senyumanmu. Hingga pada akhirnya ku berlari, ku gapai secarik kertas. Ku goreskan kata penuh makna. berharap untuk sudi kau membacanya. Ku ambil tinta merah dalam kuncup kerinduanku. Ku goreskan perlahan garis-garis harapku. Kata demi kata ku susun untuk menyapamu. Larik demi larik tercipta dalam secarik surat cinta ini untukmu.
Sungguh pilu hati ini. Rindu ku yang tumpah dalam goresan itu membuat air mata ku pun tak mampu ku bendung. Rindu pilu ku padamu, membuat ku ingin bertemu dengan mu. Tak hanya menyapa khayalku. Tapi memegang tanganmu untuk ku ajak berlari, melompat menggapai angan itu. Angan bersamamu yang kian menancap dalam hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar