Saat ada orang yang kecopetan, kira-kira kita akan merasa bersimpati kepada si korban pencopetan ataukah pencopetnya? Mari kita pikir dan angankan bersama. Iya, pasti kita akan sepakat untuk memilih bersimpati kepada si korban. Semacam stupid question tapi analogi ringan ini akan membantu kita terbebas dari bui prasangka buruk kepada Alloh.
Begitupula ketika ada korban tabrak lari. Tentu saja kita lebih bersimpati kepada korban tabrak lari tersebut ketimbang pelakunya. Tidak mandeg untuk hanya bersimpati saja. Kadang seringkali juluran-juluran tangan Anak Tuhan menghampiri kita untuk menolong. Jika ada yang sedang berbaik hati bahkan semua biaya akan ditanggungnya.
Ya begitulah kurang lebih kedekatan Alloh dengan diri kita dalam karunia kehidupan yang sedang bersama kita lalui. Kita tentu yakin seyakinnya bahwa hidup tak semudah bayangan, dan jalannya tak semudah angan-angan. Ada-ada saja rintangan yang membentang dalam setiap simpul kasih sayang-Nya. Kadang senang, kadang riang, dan tak bisa dipungkiri kadang juga susah, gelisah, dan jauh dari itu kian nelangsa.
Namun jangan salah sangka, kenelangsaan kita bukan karena Alloh tidak sayang dengan kita. Justru kita sedang diselimuti oleh kasih sayang oleh Alloh untuk menjadi perhatian oleh kekasih-kekasih Alloh yang ghaib. Siapa coba yang gak pengen diperhatikan sama malaikat, dikasih sayangi sama Alloh pula :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar