• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

“Apa” dan “Siapa”

 on Selasa, 05 April 2016  


Saat berkali-kali aku menemukan kekalahan. Saat berkali-kali aku menghadapi kelinglungan-kelinglungan yang sangat sulit dan dalam, kegalauan yang menggelanyut di dalam tengkorak keras ini. Seolah menyeret ke dalam arus-arus ringan yang menghanyutkan. Menenggelamkan segala mimpi. Menghapus rencana-rencana besar dalam buku kotak kecil dalam saku rencana masa depan. Kembali bertanya-tanya “Apa atau siapa yang ku cari?”. Dengan segala kebingungan “Aku bisa apa?” tanyaku sendiri. “Dan itu adalah jawabnya” Aku terpekik dalam.

Kita sering dibingungkan oleh kenyataan-kenyataan yang selalu menghampiri diri kita. Rasanya selalu saja membuat gundah kita, bahkan lebih dari itu. Membuat kita merasa dan menjadi suudzon diatasnya, membuat kita menghabiskan waktu hanya untuk asumsi-asumsi tidak penting. Tapi bukan kesalahan fatal untuk mengatakan itu. Itu kebenaran yang nyata setengah abstrak. Diam-diam menjadi sebuah tajali Tuhan.

Terlebih lagi jika kita terlalu sering bertemu dikotomi-dikotomi kecil yang membuat uring-uringan. Suatu hal yang sering kita alami, harus bantah-membantah dengan lawan bukan kawan dalam diri. Menjustifikasi diri untuk “siapa” yang mendapat label benar yang tanpa sadar itu bukan hak kita.

Kita sering terkecoh dengan kenyataan yang notabene sangat nampak mencolok dari pada hal-hal yang masih misteri dan menstigma. Padahal bisa jadi itu merupakan racun yang membius akal. Melumpuhkan daya kita untuk menjadi bodoh. Seperti yang “siapa” alami yang tidak lekang oleh kata sifat “bodoh” yang bertransformasi menjadi kata kerja untuk merendahkan hati sekaligus diri. Membodoh untuk menghilangkan “siapa” diantaranya untuk menemukan “apa”. Tidak penting “siapa”untuk “siapa” tapi “apa”yang menjadi utama.

Yang kita cari bukalah “siapa” yang sebenarnya tapi “Apa” yang sangat abstrak yang harus dinampakkan, dikonkret-konkretkan dengan segala daya. Dituliskan untuk menjawab kedenotasian belaka. Kenyataan sebagai Tajali Tuhan penuh kebenaran.

“Apa” dan “Siapa” 4.5 5 atma inspiration Selasa, 05 April 2016 Saat berkali-kali aku menemukan kekalahan. Saat berkali-kali aku menghadapi kelinglungan-kelinglungan yang sangat sulit dan dalam, k...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme