• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

Ibuku Tersayang Oleh : Atik Mufidah

 on Sabtu, 12 Desember 2015  


Saat aku masih kecil ibukulah yang merawatku. Dan ibuku tidak pernah mengeluh sama sekali dengan kondisiku seperti apa saat malam hari ketika aku menangis. Aku digendongnya. Ibuku sidah berkorban untukku saat aku menangis kelaparan. Aku disuapinya agar kenyang dan cepat tumbuh besar. Ibuku tidak memperdulikan perutnya yang masih lapar. Ibuku selalu memperhatikan kesehatanku, tapi msekipun kadang ibuku sendiri tidak memperhatikan kesehatannya. Ibuku selalu berdoa siang dan malam agar aku nanti menjadi anak yang baik seperti yang ibu inginkan.

Dulu ibuku setiap hari bangun pagi untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah dan memasakkan makanan yang aku suka. Ibuku tidak pernah istirahat demi anak kesayangannya. Dia setiap hari selalu memperhatikan kondisi rumah.

Andai aku jadi ibu, apakah aku akan seperti itu? Yang selalu bangun pagi mempersiapkan kebutuhan anak-anaknya. Melihat kondisi rumah, apakah aku akan seperti itu? Mungkin saja ibu akan mengajariku saat aku besar nanti. Tapi kenapa aku selalu malas bangun pagi? Dan kenapa aku selalu tidak bisa apa-apa saat diajari tentang masak-memasak?

Tapi aku sadar kalau jadi ibu itu sangat susah dan pasti sangat lelah, dan letih. Tapi kenapa ibu kalau aku tanya “ibu apakah ibu sakit?” ibu selalu bilang “tidak” bagaimana kalau aku mengurus rumahku dan keluargaku ibu selalu mengajariku terampil. Tetapi aku selalu susah diajari. Aku selalu mengabaikan semua. Aku akan sadar dan aku akan membahagiakan ibuku. 12/12/15

Ibuku Tersayang Oleh : Atik Mufidah 4.5 5 atma inspiration Sabtu, 12 Desember 2015 Saat aku masih kecil ibukulah yang merawatku. Dan ibuku tidak pernah mengeluh sama sekali dengan kondisiku seperti apa saat malam hari ke...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme