Tembang turi-turi putih adalah sebuah lagu yang mungkin
tidak asing lagi bagi kita. Sederhana dan sangat familiar ditelinga kita pada
masa kecil hingga sekarang. Konon tembang tersebut adalah ciptaan Kanjeng
Sunan. Namun tidak ada spesifikasi ciptaan sunan siapa. Namun dalam hal ini
tidak apa, karena sesuai dengan konsep mblawuritas sesuatu yang ada tidak harus
tampak jelas. Yang paling penting adalah makna dari tembang tersebut.
Dalam perkembangannya tembang tersebut banyak sekali
mengalami penyesuaian. Namun dalam hal ini bukanlah menjadi masalah. Justru dengan
penyesuaian tersebut dapat membuat makna dari tembang tersebut bisa kita terima
dengan mudah. Bahkan dalam lirik tembang tersebut ada yang diselipi dengan
sholawat yang menjadikan lagu semakin merdu didengarkan.
Berikut ini adalah lirik sederhana tembang tersebut
beserta maknanya. Atau anda bisa download videonya disini.
Turi-turi putih
Turi-turi putih
Ditandur neng kebon agung
Ono cumleret tiba nyemplung
Mbok iro kembange opo
Mbok iro kembange opo
Ditandur neng kebon agung
Ono cumleret tiba nyemplung
Mbok iro kembange opo
Mbok iro kembange opo
Terjemahan:
Turi-Turi Putih
Turi artinya adalah dak aturi (saya kasih tau)
Putih itu simbolisme dari kain kafan (bahwa manusia suatu saat akan meninggal dan dibungkus dengan kain kafan).
Ditandur Ning Kebun Agung
maknanya orang yang sudah meninggal akan di kubur di
sebuah makam.
Ono Cumleret Tiba Nyemplung
Sebuah gambaran dari orang mati yang sedang dimasukkan dalam liang kubur waktunya cepat seperti kilat jatuh.
Sebuah gambaran dari orang mati yang sedang dimasukkan dalam liang kubur waktunya cepat seperti kilat jatuh.
Mbok Iro Kembange Opo
Maksudnya, setelah orang yang mati itu selesai dikubur, maka kemudian akan
diberi pertanyaan oleh malaikat soal amal perbuatannya. Amal apa yang sudah
Kamu diperbuat. Bekal apa yang akan kamu dibawa.
Demikianlah lirik tembang secara umum peninggalan Kanjeng
Sunan yang syarat akan makna dan nasihat. Untuk itu perlu kita renungi kembali
mengingat segala sesuatu yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Tentu saja
kita manusia termasuk didalamnya. Bekal mati menjadi kunci utama dalam hidup,
untuk menempuh kehidupan yang abadi di akhirat nanti. Semoga kita termasuk
orang-orang yang diberikan hidayah. Aammiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar