• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

Manusia dan Rasa

 on Sabtu, 14 Februari 2015  


Manusia adalah makhluk yang paling disayang oleh Tuhan sehingga ia diciptakan oleh-Nya sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Jauh derajatnya dibandingkan dengan ciptaan Tuhan yang lainnya. Bahkan semesta alam tunduk dihadapan manusia kecuali iblis dan kesombongannya. Bukan karena manusia adalah makhluk yang suci ataupun yang tidak pernah berbuat salah. Namun manusia dianugerahkan Qolbun beserta rasa yang ada didalamnya. Disinilah letak kesempurnaan manusia dibandingkan makhluk lainnya. Apakah ada keraguan diatasnya?


Mari kita merenung sejenak, memahami bagaimana Tuhan menciptakan malaikat. Malaikat diciptakan Tuhan dari cahaya dengan sedemikiannya beserta tugas-tugasnya, tapi apakah malaikat diberikan perasaan layaknya manusia? Tidak bukan. Malaikat tidak pernah merasakan, ia hanya diciptakan untuk beribadah dan menjalankan perintah pencipta-Nya. Malaikat juga tidak diberikan nafsu seperti halnya manusia. 

Lalu bagaimana dengan iblis? Iblis diciptakan dari api, dia tidak dianugerahkan Qolbun oleh tuhannya bukan? Justru dengan kesombongannya iblis selalu menggoda manusia untuk menjadi teman seranjang di neraka. Wallahu ‘alam.

Kita juga bisa melihat bagaimana tumbuhan disekeliling kita, mereka begitu terbatas. Bahkan untuk melangkah menuju rumah tuhan pun mereka tidak mampu. Mereka hanya bisa terpaku dan bertasbih saja ditempat mereka masing-masing. Mustahil jika mereka dianugerahkan perasaan layaknya manusia.

Lalu bagaimanakah dengan ciptaan-Nya yang lainnya misalnya hewan, gunung, angin, ombak, dan lain sebagainya? Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa seluruh makhluk Tuhan bertasbih dengan caranya masing-masing. Wallahu ‘alam. Artinya bahwa hanya manusialah yang diberikan kesempurnaan fisik beserta kelengkapannya berupa Qolbun atau hati.

Sekarang pertanyaannya apakah kita sudah benar-benar menjadi manusia sesungguhnya? Dengan segala apa yang di anugerahkan kepada kita termasuk perasaan? Demikianlah fitrah manusia yang membuatnya sempurna jauh atas makhluk lainnya. Sudah barang tentu jika perasaan tersebut nantinya akan membuat kita selalu intropeksi tentang apa yang sudah kita lakukan. Sejauh mana kebenaran berada dipihak kita. Begitupula perasaan ini akan membuat kita peka terhadap sekitar, berikut menentukan solusi dari beberapa mungkin permasalahan yang ada.

Rasa mengajarkan manusia banyak hal. Mengajarkan sopan santun, tenggang rasa, keikhlasan, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Tidak hanya sebagai wujud hablumminallah saja, tapi juga hubungannya dengan sesama manusia dan alam sekitarnya.

Semuanya tentang RASA sebagai fitrah manusia, Kita disebut dengan MANUSIA karena kita berpikir, Orang yang berpikir adalah yang dapat merasakan, dan orang yang demikian adalah orang yang dekat dengan TUHAN.

Apakah anda bisa merasakan manisnya gula, asinnya garam, masamnya mangga muda, atau bahkan pahitnya kopi tanpa gula? Tentu anda bisa merasakan ketika anda dan indra perasa anda memang benar-benar sehat. Namun ketika anda sakit pastilah akan kesulitan untuk merasakan hal-hal semacam itu. Benar bukan?

Coba lihat sekeliling anda, orang-orang miskin, orang susah, orang pinggiran, pengais sampah, gelandangan, pengemis, nenek-nenek renta bahkan anak kecil yang kelaparan. Apakah anda bisa merasakan? Tentu anda bisa merasakannya ketika hati anda dalam keadaan sehat. Sekarang berpikirlah kembali apakah hati anda saat ini benar-benar sehat? Ini bukanlah menyoal pertanyaan yang harus dijawab dengan pikiran layaknya menjawab soal ujian di sekolah ataupun dikampus. Tapi ini tentang RASA. Sekali lagi ini adalah tentang RASA.

Manusia dan Rasa 4.5 5 atma inspiration Sabtu, 14 Februari 2015 Manusia adalah makhluk yang paling disayang oleh Tuhan sehingga ia diciptakan oleh-Nya sebagai makhluk yang paling sempurna di ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme