Alhadulillah
wassyukurillah atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Senantiasa rasa
syukur ini selalu berucap memuji kebesaramu. Engkau yang maha menjadikan siang
dan malam, engkau yang tidak pernah tidur, dan selalu mengurus makhluknya.
Tarasa letih namun sabar motivasi selalu datang dari pikiran yang positif,
selalu datang dimana dalam keadaan hati yang tenang. Sehingga selalu saja
motivasi membuat mata ini selalu berlinang. Tidak lain karena tidak mampu
bersyukur dengan nikmatmu ini. Semoga rasa syukur ini tetap mengalir bak air
sungai yang mengalir selalu ke muara laut.
Masih
berkutat pada pengalaman yang saya dapatkan ketika PPL. Kali ini saya akan
membahas dengan pendapat saya pribadi tentang judul tulisan diatas. Pengalaman
ini saya dapatkan ketika pada waktu itu kami diberikan banyak sekali wejangan
dari dosen pembimbing lapangan saya. Pada waktu itu DPL saya adalah pak sulani
dan bu sulastri selaku dosen kampus saya. Saya masih ingat betul dengan apa
yang dikatakan oleh pak sulani, “Dimana Bumi Kaki Kita Bepijak, Maka Angkatlah
Langit Diatasnya”.
Memang
dosen saya ini adalah seorang yang menurut saya pantas menjadi dosen filsafat.
Dari kata-kata yang dilontarkan mengandung banyak sekali pelajaran, meskipun
terkadang apa yang dikatakan dosen saya cukup nyleneh. Namun tidak apa, semua
itu merupakan ciri khas dari seorang yang tentunya akan berbeda dengan yang
lainnya. Bukan inndonesia kalau tidak meiliki rasa toleransi terhadap sesama.
Benar bukan?.
Seperti
apa yang kita ketahui bersama, bahwa setiap elemen masyarakat mempunyai sebuah
peraturan yang tidak terbatas dari undang-undang. Ada ntorma-norma tertentu,
etika, kebudayaan tertentu dalam masyarakat. Apalagi negara kita adalah negara
kepulauan. Beribu-ribu pulau yang telah membentuk negara kita. Bisa kita
bayangkan jika setiap wilayah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berapa
nilai-nilai yang kita dapat dari beribu
lapisan sosial tersebut? Banyak bukan.
Ya
memang beginilah indonesia negara multikultural. Sehingga kita dituntut untuk
arif dalam bersikap dan bertindak. Oleh karena itu toleransi harus kita junjung
tinggi. Kita tidak dapat menggunakan patokan sendiri dalam menetukan
nilai-nilai tertentu. Apalagi ketika kita berada diluar batas otonom kita.
Regulasi harus dijaga dalam setiap interaksi yang ada. Sehingga sikap saling
menghargai dapat tercapai dengan baik.
Kurang
lebih begitulah jejak pendapat saya tentang jargon tersebut. Yang jelas kita
harus bangun regulasi antar elemen untuk mencapai sikap toleransi, sehingga
dapat tercipta keharmonisan dalam setiap interaksi yang ada. Salam damai ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar