• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

Aku Ngalah

 on Selasa, 27 Januari 2015  

Sering kita mendengar bahkan pernah mengucapkan “aku ngalah” atau “sing waras ngalah” atau dalam bentuk kalimat-kalimat lainnya. Namun taukah dibalik kata tersebut terdapat filosofi yang sangat mendalam dan mengandung nilai religiusitas. Secara harfiah memang sebagian besar kita mendefinisikan sebagai ungkapan keputusasaan. Ungkapan dimana kita dalam keadaan pasrah dan tidak mampu lagi untuk berjuang, sehingga keluarlah kata tersebut dari mulut kita.

Secara etimologi kata “ngalah” yang dalam bahasa Indonesia “mengalah” berasal dari kata awalan me = melakukan dan kata kalah = tidak menang yang berarti mengaku kalah. Namun ini bagi saya adalah pendefinisian dangkal saja hanya dalam kaca mata harfiah.

Namun disini saya mendefinisikan berdasarkan pada nilai-nilai kesejarahan, bukan lagi secara harfiah saja. Tentunya dalam kesejarahan Bahasa Jawa tidak terlepas dari produk-produk Nusantara yang dibangun oleh dinasti-dinasti dalam masa silam pada waktu itu. Tidak terkecuali pada zaman kejayaan Walisongo tepatnya.

Dalam pendekatan ini “ngalah” secara etimologi berasal dari kata ng / me = menuju / melakukan dan alah = Allah dalam inviltrasi morfologi  yang berarti Tuhan Semesta Alam. Sehingga berdasar terminologi dapat kita simpulkan bahwa mengalah adalah keadaan dimana kita kembali kepada Allah. Kita benar-benar menghamba dengan penuh tawadu’. Bukan berarti pasrah tak berdaya, namun lebih dari itu sebagai kesempurnaan menjadi seorang hamba Allah. (Akh)

Aku Ngalah 4.5 5 atma inspiration Selasa, 27 Januari 2015 Sering kita mendengar bahkan pernah mengucapkan “aku ngalah” atau “sing waras ngalah” atau dalam bentuk kalimat-kalimat lainnya. Namun ta...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme