• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

MAKNA TEMBANG LIR-ILIR

 on Selasa, 16 September 2014  



Pastinya kita sudah tak tidak asing lagi dengan lirik syair di bawah ini. Mungkin ketika kita masih kecil kita pernah diajarkan oleh orang tua kita, bahkan disekolah kita. Lirik sederhana yang penuh dengan makna. Sudah tau siapa penciptanya bukan? Beliau seorang wali Allah yang telah berjuang untuk berdakwah dan memberikan kabar gembira pada masa itu. Ya benar, syair tersebut dibuat oleh Sunan Kalijaga. Berikut ini makna filosofis dari syair tersebut. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat...




"Lir-ilir, lir-ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon, penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dododiro

Dododiro, dododiro, kumitir bedah ing pinggir  
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore

Mumpung pandhang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo surako surak hiyo."

Tembang ini diawali dengan Lir ilir yang artinya bangunlah, bangunlah atau bisa diartikan sebagai sadarlah. Kita diminta bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh ALLAH SWT dalam diri kita, karena itu digambarkan dengan Tandure wus sumilir atau tanaman yang mulai bersemi dan pohon-pohon yang mulai menghijau bagaikan Tak ijo royo-royo. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing, apakah mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan terus berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagian seperti bahagianya pengantin baru atau Tak sengguh temanten anyar.

Cah angon, Cah angon atau anak gembala, yang artinya kita telah diberi sesuatu oleh ALLAH SWT untuk kita gembalakan yaitu "HATI", bisakah kita gembalakan hati kita ini dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya, si anak gembala diminta untuk memanjat pohon belimbing atau Penekno blimbing kuwi yang notabene buah belimbing itu bergerigi lima buah, dalam hal ini sebagai gambaran dari Lima Rukun Islam.

Pohon belimbing itu memang licin dan meskipun dalam keadaan susah untuk melaksanakannya , kita harus bisa memanjatnya sekuat tenaga yang artinya kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya bagaikan Lunyu-lunyu penekno. lalu apa gunanya semua ini ? semua ini berguna untuk mencuci pakaian kita atau Kanggo mbasuh dodotiro yang bermakna bahwa pakaian itu ibarat taqwa dan pakaian taqwa ini lah yang harus di bersihkan.

Dodotiro, Dodotiro yang berarti adalah pakaian taqwa kita memang harus di bersihkan, yang jelek-jelek harus kita singkirkan dan kita tinggalkan. namun sebagai manusia biasa pakaian taqwa itu terkadang rusak atau terkoyak-koyak seperti Kumitir bedah ing pinggir sehingga perlu perbaikan untuk menjahitnya dan dibenahi kembali bagaikan Dondomono, Jlumatono agar menjadi pakaian yang indah, karena sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian taqwa pada diri kita. Kanggo sebo mengko sore atau untuk menghadapi nanti sore, kata ini mempunyai makna bahwa suatu saat kita semua pasti akan mati, karena itu kita selalu diminta untuk memperbaiki pakaian taqwa kita, agar kelak kita siap ketika dipanggil menghadap kehadirat ALLAH SWT.

Mumpung padhang rembulane, Mumpung Jembar kalangane atau mumpung padang rembulannya dan mumpung banyak waktu luangnya, kata-kata ini mengandung arti bahwa ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, dan ketika masih banyak kesempatan karena diberi umur yang masih menempel pada hayat kita maka pergunakanlah waktu dan kesempatan itu untuk bisa memperbaiki diri agar senantiasa selalu bertaqwa kepada ALLAH SWT. Selanjutnya Yo surako surak iyo atau bersoraklah dengan sorakan iya untuk menyambut seruan ini dengan sorak sorai, ketika kita masih sehat dan mempunyai waktu luang. Jika ada yang mengingatkan, maka jawablah dengan "Iya".......... ^_^

Sumber: Atheis Indonesia @facebook

MAKNA TEMBANG LIR-ILIR 4.5 5 atma inspiration Selasa, 16 September 2014 Pastinya kita sudah tak tidak asing lagi dengan lirik syair di bawah ini. Mungkin ketika kita masih kecil kita pernah diajarkan oleh o...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme