• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

Kisah Inspiratif Pisau dan Pohon

 on Selasa, 02 September 2014  











 


Assalamualaikum sob, apa kabar? Moga aja baik-baik ya. Kisah pisau dan pohon ini adalah kisah inspiratif dimana betapa pentingnya kita menahan amarah kita. Amarah tidak akan menyelesaikan masalah kita, namun akan membuat keadaan makin keruh. So jagalah amarah kita, jangan sampai amarah melukakan. :-D
 
Budi adalah seorang pemuda bertemperamenta l buruk, seringkali ia membentak istrinya tiada henti. Setiap kali ada perkara yang menurutnya tidak benar meskipun hanya sebuah masalah kecil dia akan langsung menyalahkan sang istri dan memarahinya.

Suatu hari ayahnya mendapati keributan yang terjadi dalam rumah tangga anaknya itu. Beliau pun memanggil dan mengajak Budi ke suatu tempat. Ternyata mereka tiba disebuah pohon besar di pinggir danau. Si ayah menyerahkan sebilah pisau dan menyuruhnya melemparkan pisau tersebut ke batang pohon di hadapan mereka.

"Untuk apa...???" tanya Budi. "Lakukan saja...!!!" perintah ayahnya lagi.
 
Dengan acuh tak acuh Budi melaksanakan perintah itu. Dilemparkannya pisau ke arah pohon tersebut. Pisau itu hanya membentur batang pohon dan terjatuh ke tanah. "Ayah, jika engkau mengharapkan aku mampu melempar pisau hingga menembus kulit pohon itu, engkau sama saja dengan bermimpi. Seandainyapun aku ahli dalam melempar pisau, tapi tidak bisakah kau lihat betapa tebalnya kulit pohon ini...??? Itu hal yang mustahil aku lakukan."
 
Sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan Budi itu, ayahnya kembali menyuruh dia mengulangi melempar pisau. Berulangkali Budi mencoba melempar pisau tersebut, pada awalnya ia kembali gagal.. gagal dan gagal.. Tetapi sekali, dua kali ia akhirnya berhasil menancapkan pisau di batang pohon yang besar tersebut meskipun tidak begitu dalam.

Namun sang ayah masih belum puas, beliau masih meminta Budi untuk melanjutkan aksinya. Sementara Budi yang mulai kehilangan kesabaran akhirnya tidak tahan lagi. "Hey, orang tua. Aku tidak peduli apabila dirimu adalah ayahku. Tapi aku sama sekali tidak mengerti dengan keinginanmu, apa pentingnya pisau dan pohon ini hingga aku harus menghabiskan waktuku di tempat ini...???". "Dasar anak muda jaman sekarang, melakukan hal sekecil ini saja tak becus. Berhentilah menjadi sok jagoan jika melempar pisau saja kau tak mampu." tegur ayahnya dengan suara lantang sembari mencabut pisau yang masih tertancap.
 
Budi benar-benar tidak bisa lagi mengontrol emosinya.
 
"Berikan pisau itu, akan aku buktikan betapa hebatnya aku. Tak ada hal yang tak bisa aku lakukan...!!!" sentaknya marah dan kemudian dengan penuh amarah di lemparkannya kembali pisau tersebut. Kali ini tidak diragukan lagi pisau itu menghujam batang pohon begitu dalam.
 
"Kau lihat itu...!!!" serunya menatap lelaki tua di hadapannya dengan tatapan menantang. "Aku bisa melakukannya... !!!".
 
Orang tua itu hanya tersenyum, sembari berjalan mendekati pohon itu ia berujar pelan, "Kau benar, anakku, kau bisa melakukannya.", dengan mengeluarkan tenaga yang lumayan besar dicabutnya pisau dari pohon yang ternyata benar-benar tertancap kuat, "Dengan luapan emosi seperti itu apapun bisa kau hancurkan, anakku...", "Kemari dan lihatlah ini..." panggilnya.

Budi yang mulai bisa mengatur emosinya kini hanya terdiam bingung sembari mendekati ayahnya."Apakah kau dapat melihat lubang yang ditinggalkan oleh pisau ini...???". "Dapatkah kau melihat dalamnya kerusakan yang diakibatkan oleh lemparan pisau dikala engkau sedang marah...???". "Apakah menurutmu pohon ini akan kembali seperti sedia kala...???",
 
"Kurang lebih seperti itulah bekas yang akan kau tinggalkan setiap kali engkau mengambil sebuah tindakan untuk melampiaskan amarahmu. Tidak akan menjadi masalah jika engkau melampiaskannya pada masalah-masalah yang mengakibatkan amarahmu muncul, bila untuk mencari jalan keluar dalam mengatasinya. Namun pernahkah kau berpikir luka seperti apa yang akan kau berikan apabila kau melampiaskan setiap amarahmu kepada seseorang?. Seseorang yang mempunyai hati dan perasaan?”. “Maaf' mungkin bisa menyembuhkannya , tapi takkan pernah bisa menghapus bekas luka yang telah ditimbulkannya”
 
Seperti itulah sob betapa pentingnya kita menahan amarah. Amarah itu menghancurkan. Bukankah ada jalan lain untuk menyelesaikan suatu masalah tanpa amarah? Tentunya kita sendiri yang bisa menjawab itu. Dan kita sendirilah yang mampu mengendalikan amarah. So jadilah dirimu yang rendah hati.




Kisah Inspiratif Pisau dan Pohon 4.5 5 atma inspiration Selasa, 02 September 2014   Assalamualaikum sob, apa kabar? Moga aja baik-baik ya. Kisah pisau dan pohon ini adalah kisah inspiratif dimana betapa pentingn...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme