Akhir-akhir
ini sedikit banyak kita sering dihebohkan dengan istilah selfie. Disini selfie
bukan anak pak haji ataupun anak pak kepala desa. Tapi selfie ini adalah
istilah dari sebuah aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme yang kemudian
diunggah ke situs media sosial. Banyak diantara pelaku adalah selfie para
wanita entah itu tua maupun muda. Bahkan presiden pun juga pernah melakukan
selfie demi pencitraan. Dan naasnya selfie ini juga latah dipraktikkan oleh mayoritas
muslim. Sebagian mengatakan bahwa selfie ini bertujuan untuk mendapatkan like,
komentar dalam sosmed yang notabene akan mendongkrak eksistensi dirinya. Saya pikir
ini memang naluri manusia yang ingin merasa diakui. Namun sudah benarkah
tindakan tersebut?. Boleh saja memang mengekspresikan naluri itu. Namun bukan
dengan semaunya sendiri tanpa batasan norma dan etika. Kalau kita memang ingin eksis ya kita seharusnya
berkarya nyata sehingga keberadaan kita di masyarakat diakui dan bermanfaat. Bukan
dengan selfie yang hampir tidak ada gunanya.
Say No to Selfie
but Say to Action

Tidak ada komentar:
Posting Komentar