Assalamualaikum sahabat...
Berbekal sebuah pengalaman pribadi,kali
ini saya ingin mencoba bercerita untuk menambah draft tulisan blog saya
khususnya untuk berbagi pengalaman kepada sahabat-sahabat saya
yang sedang berjuang keras untuk mencoba menulis seperti saya ini. Maklum
penulis juga bukanlah seorang ahli menulis, namun hanya seorang amatiran yang
sedang mencoba menggoreskan akasara di terjalnya batu asbak dunia.
Sujud
syukur kepada Allah yang saat ini masih memberikan saya nikmat yang luar biasa
tak terhingga, sehingga saya mampu menyelesaikan tulisan ini dengan penuh rasa
syukur atas rahmatnya. Dan semoga demikian untuk sahabat saya disana. Amin.
Dewasa
ini dalam era moderen terjadi sebuah revolusi global yang saat ini kita bisa
rasakan dari berbagai sektor yang mungkin suatu saat nanti akan membinasakan
bangsa kita. Ideologi bangsa yang terus tergerus dengan doktrin yang tidak
bertanggung jawab sama sekali. Terkadang sesekali saya berfikir saya kira
bangsa kita akan menjadi budak negara adikuasa. Dan semoga memang kita
terhindar dari kedzoliman manusia tidak bertanggungjawab. Allahumma amin.
To
The Topic, akhir-akhir inisaya dibuat pusing oleh keuangan saya yang terus
kandas. Entah karena saya kurang pandai dalam memanajemen atau apa. Rasanya kantong
saya ini sedang bocor dari beberapa bulan lalu, hingga pengeluaran saya
melonjak naik bak tahun baru yang menjadikan sembako naik. Kebetulan juga saat
itu saya mendapatkan amanah dari atasan saya untuk menjalankan sebuah kegiatan
sosial yang lumayan berat bagi saya.
Namun dengan tekat yang selalu saya pupuk dengan kepercayaan, saya memberanikan
diri dan memantaskan diri saya untuk menjalankan amanah tersebut. Baru tadi
siang acara tersebut selesai, dengan kondisi kepala agak pusing setengah
mengantuk tidak tidur karena berjaga malam sampai pagi saya terbayang akan
target opimis saya yang kandas tersebut. Rasanya kepala ini terasa dibebani
beban 100kg. Pasalnya lebih besar pasak dari pada tiang. Pengeluaran lebih
besar dari pada pemasukan. Kali ini kita coba akan berbicara tentang doktrin uang
menurut versi saya sendiri. Karena memang harus kita kaji kembali dengan teliti
segala hal kecil termasuk doktrin uang ini.
Saya
memandang uang adalah hal yang penting, karena uang saat ini adalah yang
mengatur segala aktifitas pertukaran, barter maupun jual-beli. Dengan uang
semua menjadi teratur dan sangat mudah, apalagi dengan sistim perbankan seperti
saat ini. Dengan uang semua menjadi terjangkau memang. Namun apa jadinya ketika
uang ini berubah menjadi momok dalam kehidupan dalam pencapaian hidup.
Seolah-olah uang menjadi tujuan hidup?
Apalagi
sejak kecil kita telah dicekoki oleh doktrin bahwa ”waktu adalah uang” hal inilah yang bagi saya adalah suatu paham
yang meresahkan. Seakan-akan kita mengejar waktu hanya untuk uang semata. Miris
sekali melihat realita saat ini di negeri kita. Negeri dongeng penuh dengan
adegan-adengan drama. Yang terkadang tidak jarang menampilkan celotehan
banyolan-banyolan para teknokrat. Semuanya karena uang, kelaparan karena uang,
kemiskinan karena uang, korupsi karena uang, dan masuh banyak yang lainya.
Patutlah kita sebagai generasi muda menyedari hal tersebut. Mari kita bersama
mawas diri dan bergerak merubah pandangan kita terhadap hal sekecil apapun yang
berpotensial membawa kita kepada kehancuran masal negeri tercinta ini.
Karena amal
adalah bekal kita nantinya, yang bermanifestasikan kedamaian dunia dan akhirat.
Keluarkan diri kita dari jebakan kehancuran masal untuk negara demokrasi kita.
Oke coy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar