• FACEBOOK
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • UPLOAD

.

UANGKU ???

 on Minggu, 15 Juni 2014  
















Assalamualaikum sahabat...

Berbekal sebuah pengalaman pribadi,kali ini saya ingin mencoba bercerita untuk menambah draft tulisan blog saya khususnya untuk berbagi pengalaman kepada sahabat-sahabat saya yang sedang berjuang keras untuk mencoba menulis seperti saya ini. Maklum penulis juga bukanlah seorang ahli menulis, namun hanya seorang amatiran yang sedang mencoba menggoreskan akasara di terjalnya batu asbak dunia. 

Sujud syukur kepada Allah yang saat ini masih memberikan saya nikmat yang luar biasa tak terhingga, sehingga saya mampu menyelesaikan tulisan ini dengan penuh rasa syukur atas rahmatnya. Dan semoga demikian untuk sahabat saya disana. Amin.

 Dewasa ini dalam era moderen terjadi sebuah revolusi global yang saat ini kita bisa rasakan dari berbagai sektor yang mungkin suatu saat nanti akan membinasakan bangsa kita. Ideologi bangsa yang terus tergerus dengan doktrin yang tidak bertanggung jawab sama sekali. Terkadang sesekali saya berfikir saya kira bangsa kita akan menjadi budak negara adikuasa. Dan semoga memang kita terhindar dari kedzoliman manusia tidak bertanggungjawab. Allahumma amin.

 To The Topic, akhir-akhir inisaya dibuat pusing oleh keuangan saya yang terus kandas. Entah karena saya kurang pandai dalam memanajemen atau apa. Rasanya kantong saya ini sedang bocor dari beberapa bulan lalu, hingga pengeluaran saya melonjak naik bak tahun baru yang menjadikan sembako naik. Kebetulan juga saat itu saya mendapatkan amanah dari atasan saya untuk menjalankan sebuah kegiatan sosial yang lumayan berat bagi  saya. Namun dengan tekat yang selalu saya pupuk dengan kepercayaan, saya memberanikan diri dan memantaskan diri saya untuk menjalankan amanah tersebut. Baru tadi siang acara tersebut selesai, dengan kondisi kepala agak pusing setengah mengantuk tidak tidur karena berjaga malam sampai pagi saya terbayang akan target opimis saya yang kandas tersebut. Rasanya kepala ini terasa dibebani beban 100kg. Pasalnya lebih besar pasak dari pada tiang. Pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Kali ini kita coba akan berbicara tentang doktrin uang menurut versi saya sendiri. Karena memang harus kita kaji kembali dengan teliti segala hal kecil termasuk doktrin uang ini.
  
Saya memandang uang adalah hal yang penting, karena uang saat ini adalah yang mengatur segala aktifitas pertukaran, barter maupun jual-beli. Dengan uang semua menjadi teratur dan sangat mudah, apalagi dengan sistim perbankan seperti saat ini. Dengan uang semua menjadi terjangkau memang. Namun apa jadinya ketika uang ini berubah menjadi momok dalam kehidupan dalam pencapaian hidup. Seolah-olah uang menjadi tujuan hidup?
  
Apalagi sejak kecil kita telah dicekoki oleh doktrin bahwa ”waktu adalah uang” hal inilah yang bagi saya adalah suatu paham yang meresahkan. Seakan-akan kita mengejar waktu hanya untuk uang semata. Miris sekali melihat realita saat ini di negeri kita. Negeri dongeng penuh dengan adegan-adengan drama. Yang terkadang tidak jarang menampilkan celotehan banyolan-banyolan para teknokrat. Semuanya karena uang, kelaparan karena uang, kemiskinan karena uang, korupsi karena uang, dan masuh banyak yang lainya. Patutlah kita sebagai generasi muda menyedari hal tersebut. Mari kita bersama mawas diri dan bergerak merubah pandangan kita terhadap hal sekecil apapun yang berpotensial membawa kita kepada kehancuran masal negeri tercinta ini.

Dan mulai saat ini ganti doktrin ”waktu adalah uang”dengan “waktu adalah amal”
Karena amal adalah bekal kita nantinya, yang bermanifestasikan kedamaian dunia dan akhirat. Keluarkan diri kita dari jebakan kehancuran masal untuk negara demokrasi kita. Oke coy

UANGKU ??? 4.5 5 atma inspiration Minggu, 15 Juni 2014 Assalamualaikum sahabat... Berbekal sebuah pengalaman pribadi,kali ini saya ingin mencoba bercerita untuk menambah draft...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme